Laporan Pandangan Mata - Surabaya Orchid Show 2008
Ketika mendengar kabar akan diadakan pameran anggrek di Surabaya bulan April, segera saja “virus anggrek” menyebar ke seluruh tubuh saya. Semua kelengkapan telah siap namun sayang teman yang rencananya akan berangkat bersama dari Jakarta ternyata tidak dapat ikut. Kebetulan Dian Banjarmasin pun berniat mengunjungi pameran tersebut, kami sepakat bertemu dilokasi.
Setelah sebelumnya gagal mendapat tiket Argo (meski begitu banyak calo dengan bebas menawarkan tiket), 9 April jam 4 dinihari saya dan Roedhy menuju bandara Soekarno Hatta. “Surabaya, kami datang dengan penerbangan pertama”. Sekitar jam 10 pagi pesawat menginjak bumi Surabaya. Di bandara Juanda kami bertemu Dian lalu berpisah sejenak menuju penginapan masing-masing untuk meletakkan beberapa barang bawaan di penginapan.
Gedung AJBS terletak di jantung kota Surabaya. Di tempat pameran berlangsung ini, kembali saya bertemu Dian. Segera setelah memasuki tempat pameran kami dan pengunjung yang lain disuguhi beragam anggrek dengan tampilan spektakuler seperti Bulbo Phalaenopsis (anggrek dasi) sepanjang hampir 1,5 meter lengkap dengan bunganya, Bulbo Grandiflorum dengan bunga super besar, Coelogyn Multiflora dengan beberapa untaian bunganya, ditambah lagi tampilan cantik berbagai spesies berbunga lainnya. Para peserta selain dari Jawa Timur, juga datang dari berbagai daerah seperti Bandung, Sulawesi Tengah, Toraja, Jawa Barat dan dari manca negara (Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Taiwan, dan Jepang).
Peserta manca negara tidak membuka stan untuk penjualan, tapi menyuguhkan displai. Thailand menampilkan tanaman anggrek berbunga seperti Cattleya, Ascocenda, Brasalova (warna kuning), Vanda, dan yang lain dalam beragam warna. Filipina dan Taiwan menampilkan Cattleya, Phalaenopsis hibrid, Dendro, dll. Malaysia menampilkan tanaman anggrek berbunga dicampur anggrek potong sementara Singapura hanya menyuguhkan berbagai jenis anggrek potong (tanpa tanamannya). Jepang dan Taiwan tidak ketinggalan menampilkan Phalaenopsis hybrid dan Cattleya.
Peserta dari Sulawesi datang dengan anggrek spesis khas daerahnya, seperti Vandopsis, Bulbo echinolabium, Ascocentrum aureum, Gramatophylum, Dendro sp, Paphio gigantefolio, Vanda sp, dll. Peserta dari Bandung menampilkan Rido Orchids, lebih banyak membawa anggrek hibrid dan spesis luar negeri (Thailand, Amerika Selatan). Peserta dari Jawa Timur banyak yang juga menjual anggrek silangannya sendiri selain menyediakan bibit botolan hibrid maupun spesis. Saya membeli 1 botol bibit Pharap. laycokie dan 2 botol Dimorphosis lowii. Selain anggrek, ada juga beberapa peserta yang menjajakan tanaman hias/buah dan beragam pupuk.
Di gedung pameran ini, saya dan Dian bertemu Pak Eka yang juga sibuk berburu anggrek. Sebelum pulang kami juga berjumpa dengan pak Wira yang kemudian mengundang kami semua ke acara Welcome dinner di hotel Novotel ("Terima kasih Pak Wira!").
"Bu Dian.., kalo nawarnya segitu... boleh, tapi ajak saya ke Kalimantan ya..."
Hari kedua pameran, kembali saya dan Dian berangkat ke gedung AJBS. Hari itu stan Pak Tampang dari Sulawesi (Toraja) mendapat stok anggrek baru dari kampung halaman, yakni anggrek Vanda arcuata, Vandopsis, dan Bulbo echinobilum. Dari pameran, saya dan Roedhy meneruskan perjalanan ke Batu, Malang, dan sekitarnya. Rencananya, saya akan kunjungi kembali pameran SOS 2008 ini pada hari Minggu, 13 April 2008.
| Pengirim | Tanggal | Komentar |
|---|---|---|
