Paraphalaenopsis labukensis

rumah-bagoes.com | April 2008
Pura

Dari balik salah satu jendela rumah-bagoes terlihat sesosok mahluk cantik bergoyang-goyang diterpa angin pagi. Gerakannya yang gemulai bak penari keraton seolah memanggil dan mengajak setiap yang tertarik padanya untuk mendekati dan mengagumi kecantikannya. Sinar sang matahari yang menyelusup diantara dedaunan dan jatuh dibeberapa bagian permukaannya makin menambah keindahan tampilan coraknya. Sungguh suatu keindahan yang menyemarakan taman anggrek rumah-bagoes.

Sosok cantik itu adalah Paraphalaepnosis labukensis, salah satu spesies dari genera Paraphalaenopsis yang hanya terdiri dari total 4 spesies. Ia berasal dari Kalimantan dan biasa hidup pada pohon di dekat aliran sungai di dataran rendah dengan ketinggian 300 m dpl. Paraphalaepnosis labukensis kini semakin sulit ditemui di habitatnya, kalaupun ada maka sangat jarang. Bahkan menurut Orchid Specialist Group dalam Species Survival Commission (komisi penyelamatan jenis) dari IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), paraphalaepnosis labukensis termasuk satu dari beberapa jenis penting yang mempunyai penyebaran sempit yang telah punah di alam. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan.

Maka, betapa gembiranya ketika kami melihat paraphalaepnosis labukensis hadir ditengah-tengah taman anggrek rumah-bagoes. Paling tidak rumah-bagoes turut berperan menjaga kelangsungan hidupnya dan ini menjadi pembuktian bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan segenap isinya bukanlah suatu kesia-siaan.

     
Paraphalaepnosis labukensis   Paraphalaepnosis labukensis
Apa kabar dunia?   Anggun bak putri raja
     
Paraphalaepnosis labukensis   Paraphalaepnosis labukensis
semarak dibawah terpaan sinar sang surya   Gemulai bak penari
     
    Paraphalaepnosis labukensis
    4 lembar daun dengan daun terpanjang 73cm, menorehkan perjalanan hidup selama 3 tahun